Posted by: PKBM26 | 1 September 2010

pkbm26.net Web Resmi yang Baru

Blog PKBM ini telah pindah ke www.pkbm26.net .  Isinya sama persis dengan di sini, hanya ada penambahan. Kami menyebutkan situs resmi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Negeri 26 Jakarta. Karenanya, blog ini sudah tidak diupdate lagi.

Kepada para pengunjung silahkan memasuki ke blog resmi pkbm26.net mohon kritik dan saran.

Posted by: PKBM26 | 15 January 2010

Mengintip Warisan Ki Hadjar Dewantoro

Ki Hajar DewantaraSiapa yang tidak kenal Ki Hajar Dewantara (2 Mei 1889–26 April 1959). Ternyata tokoh pendidik Indoensia ini, memiliki warisan penting bagi khazanah dunia pendidikan Indonesia. Warisan-warisan itu kini masih terawat dan kita bisa melihat bagaimana perjuangan beliau dalam rangka menancapkan tonggak pendidikan di Indonesia.

Read More…

Posted by: PKBM26 | 27 December 2009

Beasiswa Diknas Siapa Mau Ikut

Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini menyelenggarakan Program Beasiswa BIDIK MISI. Tidak tanggung-tanggung, Diknas siap memberikan beasiswa untuk 2000 pelajar termasuk dari Paket C agar bisa kuliah.  Program Beasiswa ini sendiri merupakan salah satu Program 100 Hari Depdiknas yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan. Hayo anak paket C juga boleh ikutan. Read More…

Posted by: PKBM26 | 4 December 2009

Hati-hati PKBM Fiktif

Jakarta, Guna menghindari adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) siluman (fiktif),…

Maka di tahun 2010 Depdiknas melalui Ditjen Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) akan memberlakukan Nomor Induk Lembaga (NIL) untuk PKBM yang ada di Tanah Air.

Read More…

Posted by: PKBM26 | 4 December 2009

Kok Bisa Lupa?

Oleh Rachadian Saputra

Manusia itu gudangnya lupa. Kita lupa pada sejarah. Anak lupa pada ayah. Ayah lupa pada ibu, ibu lupa pada perannya. Bangsa kita lupa pada perannya. Bangsa kita lupa pada kebudayaannya. Yah pada hakikatnya ingatan manusia memang terbatas adanya.

Read More…

Posted by: PKBM26 | 3 September 2009

Ijazah Setara Pendidikan Formal

PKBM 26 Bintaro Masuk Koran SINDO. Di bawah ini Kutipan Koran SINDO hal. 39 Kamis, 3 September 2009

PKBM bertujuan memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja.

Waktu telah menunjukkan pukul 14.00 ketika sekelompok pemuda dengan berpakaian bebas,tampak memenuhi ruang kelas.Dibimbing oleh seorang tutor, mereka siap mengikuti pelajaran dengan segala keterbatasan. Para muda-mudi tersebut adalah peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintaro 26. Mereka datang dari berbagai kalangan dan usia. Ada yang merupakan pembantu rumah tangga,baby sitter, loper koran, pengamen, atau office boy. Ada pula di antara mereka yang merupakan pegawai negeri sipil atau karyawan di sebuah perusahaan swasta yang mengambil program kesetaraan untuk keperluan kenaikan jabatan.

Read More…

Posted by: PKBM26 | 3 September 2009

PKBM 26 Masuk Koran SINDO (1)

Pada tanggal 1 September  2009 PKBM 26 Bintaro kedatangan seorang wartawati dari Koran SINDO namanya Mbak Sri Noviarni. Ternyata dia tengah mengadakan survey ke PKBM se Jabotabek. Dari koran yang kami baca di halaman 39 ternyata ada sekitar 6 PKBM yang dicantumkan di antaranya PKBM Bina Bangsa Bersama di Kebayoran Lama.

Kutipan selengkapnya :

Semangat Belajar Pantang Menyerah

Warga Belajar Paket C

Warga Belajar Paket C

PESERTA program kesetaraan baik Paket A. B, maupun C, memiliki berbagai alasan yang akhirnya mendorong mereka untuk mengambil program ini.

Pada umumnya, alasan utama yang lazim ditemui di berbagai PKBM adalah masalah keterbatasan finansial peserta yang mengharuskan mereka meninggalkan bangku sekolah formal. Upi hanya salah seorang dari sekian banyak peserta program paket kesetaraan yang terpaksa hengkang dari sekolahnya karena masalah ini.Dengan agak malu Upi mengaku dirinya putus sekolah selepas SD.Awalnya Upi ragu ingin melanjutkan sekolah di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar masyarakat).

Ia hanya ingin bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, atas bujukan sang kakak, akhirnya gadis berusia 16 tahun ini mengambil program Paket B di PKBM 26 Bintaro. Alhasil sudah dua bulan belakangan Upi bergabung dengan teman lain yang mempunyai kasus serupa seperti dirinya di PKBM itu. Menurut Upi, belajar di PKBM murni harus belajar mandiri karena keterbatasan waktu belajar dan fasilitas. Tampaknya keterbatasan itu tidak menjadi halangan bagi dirinya untukmengenyamilmu.

Upi yang ingin melanjutkan ke Paket C ini,bahkan memiliki cita-cita tinggi ingin menjadi perawat, ”Yah kalau ada biayanya,” imbuh gadis yang tinggal di Sektor 5 Bintaro ini. Jika faktor ekonomi menjadi alasan Upi, lain lagi dengan Suprayogi dan Nasrullah. Mereka terpaksa mengambil program kesetaraan karena masalah kenakalan yang mereka lakukan.”Waktu kelas 3 SMP saya pernah tinggal kelas, akhirnya orangtua bilang daripada menghabiskan biaya untuk sekolah mendingbelajar di PKBM aja,”ujar Yogi sapaan akrabnya yang bergabung di PKBM Bina Bangsa Bersama (PKBM BBM).

Yogi berpendapat pengajaran yang diberikan di PKBM tidak jauh berbeda dengan di sekolah formal. Jika ada kesulitan ia pun tidak segan bertanya kepada tutor yang ada. Nilai plus belajar di sini, peserta juga diberikan keterampilan komputer termasuk penggunaan internet.Yogi yang mengikuti pelatihan internet selama sebulan yang diselenggarakan oleh PKBM BBM mengaku kini sudah mahir berselancar di dunia maya. Ia pun menjadi tempat bertanya bagi peserta lain.

Bukan hanya software, peserta PKBM ini juga diajak mengenal berbagai peranti keras komputer.Bekal keterampilan ini dirasakan sangat berguna bagiYogi. Ia tertarik mempelajari keterampilan ini karena di rumah keluarganya membuka servis barangbarang elektronik. Meski baru sebulan belajar ini, Yogi sudah dipercaya oleh tetangganya menangani masalah komputer milik mereka. ”Awalnya sempat ragu juga, tapi tutor saya selalu memberikan dorongan.

Dia bilang kalau misalnya enggakngertii letak kerusakannya di mana bisa diskusi dengan dia lewat telepon,” papar pemuda berusia 19 tahun ini. Yogi bersyukur dengan keterampilan yang didapat ia bisa menerima panggilan yang menambah pemasukannya. Bahkan, pemuda yang tinggal di bilangan Cidodol, Kebayoran Lama ini, dipercaya oleh pihak PKBM BBM sebagai tenaga administrasi di sana. Ia pun kapok melakukan kenakalan lagi dan bahkan ingin serius melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Nasrullah peserta PKBM 26 Bintaro memiliki pengakuan senada. Nasrullah yang putus sekolah karena perilakunya ini, kemudian dimasukkan ke PKBM oleh orangtuanya. Namanya PKBM, materi pengajaran yang didapatnya tidak optimal. Hal ini juga dikarenakan tutor bersangkutan kurang memahami pelajaran yang diberikan. Namun,ia tidak patah arang.Ia pun mencari referensi lain dari luar seperti internet misalnya dan giat belajar sendiri.

Selepas di sini, ia berencana akan mengambil kuliah di jurusan Tarbiah, Universitas Negeri Jakarta.Kendati berbagai kendala yang ditemui, Upi,Yogi, dan Nasrullah meyakini program kesetaraan ini dapat mengubah masa depan mereka. (sri noviarni)

Sumber:
Posted by: PKBM26 | 14 April 2009

Suka Duka Mengajar

Susaana belajar paket C setara SMA saat tutor mengarahkan pengajaran

Susaana belajar paket C setara SMA saat tutor mengarahkan pengajaran

Mengajar di PKBM sangat berbeda dengan menghadapi murid di sekolah formal. Tidak saja karena kondisi siswa/siswi di sekolah kesetaraan yang butuh banyak perhatian, kesiapan mental harus ditempa setiap hari.

Begitulah pengakuan seorang tutor di PKBM 26. “Mengajar di PKBM berbeda jauh dengan guru di sekolah formal, kalau di PKBM harus sabar menghadapi anak-anak warga belajar yang kurang sopan, tidak disiplin dan kadang suka mengejek,” kata mas wawan.

Read More…

Posted by: PKBM26 | 11 April 2009

Damai itu Indah

Peace dimanakah kamu

Peace dimanakah kamu

Sebuah puisi oleh Marfungah berbicara tentang damai yang sulit dicari. Marfungah adalah pelajar Paket B setara SMP di PKBM Negeri 26 Bintaro. Cinta akan kedamaian namun dalam setiap terpaan musim selalu sayatan zaman yang pedih. Semoga damai ada meski tidak semua tempat (red)

Read More…

Posted by: PKBM26 | 1 April 2009

REPUBLIK SMS: sebuah Drama Komedi Satire

Oleh Rachadian Saputra

Repiblik SMS adalah sebuah sikap kritis saya dalam melihat keadaan di sekeliling kita. Dari mulai pola pikir,tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat kita sekarang ini. Hand phon bukan lagi sebagai alat yang dapat digunakan untuk sebuah kepentingan yang baik dalam memudahkan kita untuk berkomunikasi, tapi sudah menjadi alat yang sering di gunakan sebagai alat penghinaan,kejahatan, penipuan dan meraup sebuah keuntungan semata.

Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.