Posted by: PKBM26 | 12 May 2008

PAUD Menjamur TK Umum Tersaingi

PAUD mendidik anak mandiri cerdas bertanggung jawab  dan berjiwa patriotis. Oleh: Siti Zubaidah, S.Ag.

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) kini telah menjamur tumbuh di mana-mana. Di saat ekonomi masyarakat tengah dilanda krisis dan biaya pendidikan mahal, maka PAUD merupakan alternatif terbaik. Sayangnya, keberadaan PAUD ini mengancam eksistensi Taman Kanak-Kanak lainya.

PAUD sendiri keberadaanya merupakan program pendidikan yang sesuai dengan undang-undang. Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik.

PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Keberadaan PAUD yang menjamur ini kebanyakan dikelola oleh pelaku individu. Sehingga di bebarap tempat tumbuh subur. Hal ini telah mengubah animo masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya di sekolah umum TK. “TK saya kini sepi pendaftar tidak seperti biasanya, ini karena banyaknya PAUD di sekitar wilayah saya. Biasanya, masa pendaftaran banyak yang datang menanyakannya tapi kini sepi.” Ujar Pak Yono, pengelola TK juga pengelola PKBM di Pesanggrahan.

TK Rembulan di salah satu wilayah RW 11 Kebayoran Lama Utara dimana saya tinggal juga kepala sekolahnya mengeluhkan. Biasanya, kata kepala sekolah saat pendaftaran formulir banyak yang memintanya namun kini kurang peminat.

Dari keluhan teman-teman pengelola TK itu jelas sekali terdapat indikasi bahwa kebaradaan PAUD mengurangi jumlah murid-murid TK umum. Ini merupakan salah satu imbas. Namun demikian seiringin dengan kebebasan untuk mengelola pendidikan maka persaingan yang sehat tentu harus dikembangkan. Misalnya, TK umum yang semula mematok biaya tinggi sebaiknya diturunkan.

Hal lain agar TK tetap menjadi favorit adalah dengan memberikan pelayanan pendidikan baik sarana maupun prasarana yang menarik sehingga para orang tua tetap melirik TK karena kelebihan itu. Sebab pelaksana PAUD hanya mengandalkan kelebihan satu hal yaitu biaya yang murah meriah.

Namun demikian, ini merupakan isyarat positif dalam sektor pendidikan anak. Di saat sekolah TK umum atau swasta sepi peminat pasti penyebabnya karena mungkin sarana dan prasarana yang kurang sehingga kurang diminati. Bisa jadi tidak berbeda dengan pendidikan PAUD yang murah meriah. Misalnya PAUD di wilayah RW saya, hanya dengan biaya pendaftaran Rp. 15.000 sementara TK umum biayanya Rp. 200.00 bahkan banyak TK yang mematok hingga ratusan ribu lebih. Padahal TK itu, tidak berbeda gaya pendidikannya. Akibatnya, wajar jika para orang tua urung memasukkan ke TK umum yang dianggap mahal namun sama fasilitasnya.

Tapi untuk kedepan, keberadaan PAUD di lingkungan PLS akan ditingkatkan baik mutu maupun prasarananya. hal ini bisa dilihat pada rakorĀ  Tahun 2007, program akan memprioritaskan pengembangan PAUD unggulan pada setiap provinsi dan proyek percontohan di 38 kabupaten terpilih.

Persepsi yang sama itu mengemuka pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan I Program dan Kebijakan Ditjen PLS tahun 2007. Rakor berlangsung di tiga kota yakni Mataram, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam rakor tersebut menegaskan, pelaksanaan program peningkatan itu akan dilaksanakan di pusat maupun daerah tiap satuan PNF yang menyelenggarakan PAUD. Bisa juga lembaga satuan penyelenggara PAUD sejenis, yang namanya beragam. Hal terpenting adalah lembaga tersebut mempunyai legalitas dalam menyelenggarakan PAUD.

Singkatnya, PAUD merupakan alternatif para orang tua memasukkan anak-anaknya untuk belajar di tingkat usia dini. Apakah mau memilih TK umum atau PAUD yang dikelola oleh pemda atau masyarakat, itu pilihan masing-masing. Para orangtua akan tetap memilih bagaimana pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan itu tergantung dari para penyelenggara pendidikan anak. PAUD yang murah namun kalau dikelola dengan “serampangan” tentu akan merugikan para anak didik, demikian juga TK Umum yang mematok biaya mahal tapi sarana dan prasarananya yang kurang memadai juga tidak bedanya dengan PAUD. Jadi, masing-masing terserah kepada para orang tua dan pelaku pendidikan. ‘

* penulis adalah tutor Paket B dan C PKBM Negeri Bintaro.

About these ads

Responses

  1. saya mw tanya dunk pa’ alamat lengkapnya dimana y pa yang ada PAUD nya tapi sekitar pesanggrahan atau semacam taman penitipan anaknya???trims

  2. Apakah punya alamat PAUD murah yang di daerah Jak-Tim? Lebih tepatnya di daerah sekitar Lubang Buaya – Pd. Gede?
    Thank’s!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: