Posted by: PKBM26 | 22 April 2008

Selamat UAN bagi Siswa Sekolah Formal

Tutor Paket B dan C

Oleh: Muhammad Kurtubi

Mulai hari ini Ujian Akhir Nasional (UAN) untuk Sekolah formal, SMU dan sederajat dilangsungkan di 8 propinsi. Sementara UAN untuk Paket C sendiri akan dilangsung pada 8 Juli 2008. Perbedaan ini rupanya sudah dirancang oleh Depdiknas. Hal ini menguntungkan bagi pelaksana Pendidikan Paket. Sebab jika para siswa kelas tiga yang ikut UAN tidak berhasil maka oleh Depdiknas dianjurkan mengikuti ujian Paket C yang dikelola oleh PKBM.

Ada hal yang baru dari pernyataan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo dalam pernyataannya mengenai UAN tahun ini. “Hal yang paling penting untuk diprioritaskan oleh peserta ujian nasional (UN) bukanlah angka kelulusan, namun nilai kejujuran.” Tegasnnya. Mendiknas pun menyatakan bahwa UAN itu sendiri dalam pelaksanaanya tidak pernah membebani dalam memberikan target kelulusan.

“Yang paling penting bagi saya untuk Ujian Nasional ini adalah kejujuran. Itu yang betul-betul saya tuntut, tapi kalau nilai saya tidak pernah menuntut. Saya tidak pernah memaksakan kelulusan seluruh peserta ujian. Namun jika mengenai kejujuran, saya sangat straight,” kata Mendiknas.

Dari ungkapan Pak Menteri ini, jelas sekali bahwa ada sebuah semangat yang diusung dalam dunia pendidikan dan memang seharusnya demikian yaitu “kejujuran”. Semangat ini memang seharusnya bagi lembaga pendidikan mengusungnya. Tapi seperti yang terjadi dalam kasus-kasus ujian formal, persoalan ini sangat rentan untuk “dikadali.”

Memang seharusnya kita sebagai insan pendidikan mestinya mengsuung nilai kejujuran tersebut sebagai hal yang utama. Di kala negara tengah dilanda krisis kejujuran, maka dunia pendidikan mestinya menjadi barometernya. Dan sebagai langkah awal, para siswa baik di sekolah formal maupun di sekolah Paket mestinya mengusung nilai ini.

Tentu saja, hal ini tidak mudah terlebih dalam sekolah paket. Sebab murid-murid yang menjadi peserta didik ini bukanlah dari kalangan “pelajar serius”. Mereka sepertinya “nyambi” baik waktu maupun kesempatan. Karenanya, merupakan kendala besar bagi pengelola paket untuk bisa meluluskan mereka semua. Akhirnya memang tidak kaget jika dalam setiap moment ujian Paket yang lulus itu sedikit. Sebagai kasus misalnya, pada tahun kemarin 2007, wilayah Jakarta Selatan siswa yang ikut ujian Paket C di bawah 15%. Ini sangat riskan. Tapi memang demikianlah adanya.

Tentu saja kendala ini merupakan tantangan bagi pengelola paket. Di saat masyarakat membutuhkan pendidikan bagi anak-anaknya agar bisa lulus SMU, di saat lain, pengelola paket dituntut agar bisa meluluskan mereka dengan segala keterbatasan yang menghadangnya. Semsal, waktu belajar yang singkat dan kemampuan SDM bagi guru dan murid paket.

Semangat Mendiknas dalam mengusung nilai kejujuran dalam ujian ini perlu di dukung oleh semua pihak baik di sekolah formal maupun informal. Kami ucapkan selamat menempuh UAN bagi siswa sekolah formal. Semoga lulus semuanya, namun kami dari PKBM 26 Bintaro siap menampung para peserta didik yang belum berhasil mengikuti UAN tahun ini.

*Penulis adalah tutor Paket B dan C di PKBM Negeri 26 Bintaro.


Responses

  1. saccomyoidea reauthorize prereturn miliolitic toothproof capcase synecdochical tenthly
    Music-Cave
    http://www.tulane.edu/~wiser/protozoology/notes/free.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: