Posted by: PKBM26 | 1 May 2008

Hari Pendidikan Nasional

Oleh: Muhamad Kurtubi *

Sebuah iklan layanan masyarakat di televisi cukup menarik yang berbunyinya kira-kira:

“Pilihlah sekolah menengah kejuruan agar cepat mendapat pekerjaan setelah lulus.”

Iklan itu tentu saja ditujukan untuk generasi muda. Seolah iklan itu berbicara bahwa lebih baik memilih sekolah menengah kejuruan ketimbang sekolah menengah umum. Di balik itu ada pesan yang memberikan harapan bahwa kemudahan memperoleh pekerjaan. Karena bisa jadi disimpulkan kalau lulusan pendidikan Kejuruan itu memiliki kacakapan teknis yang langsung bisa dipraktekkan di masyrakat. Dengan begitu, tidaklah perlu meneruskan pendidikan tinggi seperti universitas atau akademi.

Apakah layanan ikaln itu salah? tentu dilihat dari sudut mana memandang. Jika kita hanya menganggap pendidikan keterampilan sebagai salah satu alternatif pendidiakn yang bisa membawa “nasib baik” anak-anak didik memperoleh kemudahan pekerjaan, tentu tidak salah. Sebab industri memang membutuhkan tenaga siap pakai. Kebetulan anak-anak yang dididik pada sekolah kejuruan diciptakan agar siap bekerja dan membidangi salah satu keahlian.

Namun demikian jika memandang pendidikan secara komprehensif (menyeluruh), tentu saja iklan itu bisa dikatakan salah. Sebab ada kesan ketidak mampuan pemerintah. Dikiranya, pendidikan yang berhasil dan dapat memperoleh pekerjaan nantinya, siswa hanya cukup sampai sekolah menengah kejuruan. Dengan begitu tidak perlu ke tingkat lebih tinggi. Padahal, pendidikan tidaklah sesederhana itu. Ada banyak muatan faktor yang melingkupinya. Keterampilan psikomotorik adalah salah satunya. Sementara sisi afektif dan kognisi dan ranah lainnya perlu diberdayakan.

Muatan kurikulum yang berbasis industri ini terlihat jelas dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang telah dijalankan beberapa tahun ini. Sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah hanya mendorong peserta didik untuk berhasil menyelesaikan pendidikan dengan ukuran angka tertentu, tanpa peduli pada proses yang telah dijalani tiap-tiap peserta didik.

Kaitannya dengan pendidikan non formal semacam paket A,B, dan C, tentu saja masih jauh dari harapan untuk siap terjun ke bidang industri. Karenanya, perlu sekali upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan sektor pendidikan ini agar bisa eksis dan setara dengan pendidikan yang setingkat. Meskipun harapanini muluk-muluk karena permasalahn seputar manajemen dan alokasinya, tidak lah salah jika pendidikan kesetaraan ini mampu bersaing dengan pendidikan menengah kejuruan yang berbasis industtri.

Akhirnya, di hari Jum’a, 2 Mei 2008 ini, bertepatan ddengan Hari Pendidikan Nasional. marilah kita songsong eksistensi pendidikan kesetaraan agar bisa dan mampu ikut bersaing dengan perkembangan dan kebutuhan masyrakat. Semoga.

*Tutor Paket B dan C


Responses

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/hari_pendidikan_nasional_indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: