Posted by: PKBM26 | 21 May 2008

Bangkit itu Malu!

Oleh: Muhammad KurtubiBangkit itu susah?
Hari ini diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Saya sedang mencari makna kata dari bangkit itu sendiri. Namun di Televisi kita, Bang Deddy Mizwar memberikan makna bangkit dengan begitu membumi bukan melangit. Jadilah makna kebangkitan Nasional sebagai ajang refleksi diri bahwa bangkit itu malu ada lagi makna bahwa bangkit itu adalah Aku, untuk Indonesiaku, begitu kata Bang Deddy.


Seperti yang sering ditayangkan oleh Stasiun Televisi, akhir-akhir ini, gambar wajah Deddy Mizwar close-up dengan mimiknya yang khas. Meskipun munculnya tidak sesering tayangan Ketua PAN, Sutrisno Bachir yang tengah gencar dalam iklan pribadinya, namun bagi saya, ungkapan Deddy Mizwar ini begitu menggoda. Tidak kalah dengan tayangan iklan kecantikan semacam Miss Indonesia atau Indoensian Idol yang lagi spektakuler.🙂

Kata-kata Bang Deddy Mizwar dalam tayangan TV itu kira-kira berbunyi seperti ini:

Bangkit Itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu… Takut
Takut Korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit Itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan Prestasi

Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu… Tidak Ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu… Aku
Aku…untuk Indonesiaku

***

Iklan SampoernaIklan Sampoerna tidak kalah serunya dalam sebuah tayangan iklannya memaknai kebangkitan nasional dengan ide tayangan kartu domino. Di dalamnya ada gambar tokoh-tokoh nasional seperti Budi Oetomo dan Soekarno. Juga muncul tokoh perfileman (mungkin) sebagai ajakan atau memberikan gambaran bangkitnya “film” nasional.

Garin NugrohoBagi Garin Nugroho, seperti dalam tayangan di MetroTV, kira-kira dia berbicara tentang kebangkitan Nasional itu dengan sebuah ungkapan yang mendefinisikan empat hal utama permasalahan bangsa.

“Ada empat hal yang menjadi masalah bangsa ini harus dibuat pemecahannya oleh pemerintah.” Ungkap Garin

Singkatnya, menurut sutradara terkenal ini, masalah multikultural, pendidikan, pangan dan energi. Pemerintah tidak cukup membuat slogan 100 tahun Indonesia bangkit namun harus mau membuat sebuah strategi untuk 4 masalah tadi. Sebuah strategi manajemen pemerintah dari yang jangka pendek seperti 5 tahunan), jangka menengah 25 tahunan dan jangka panjang 50 tahunan kemudian menjalankannya secara fokus, saya yakin bangsa besar ini bisa bangkit.

“Indonesia rakyatnya tahan uji. Bukankah itu merupakan sebuah potensi, jadi bukan alasan untuk selalu disia-siakan dan dibuat menderita. Maka ujilah rakyat dengan sebuah strategi yang terfokus tadi, beritahukan strateginya, paparkan resikonya, pahamkan berapa lama rakyat harus menderita dan setelah itu baru bisa sejahtera”. lanjutnya.

Peristiwa kebangkitan Nasional sekarang ini juga ditandai dengan pergantian hidup-matinya generasi pejuang yang masih tertinggal. Misalnya kemarin, seorang tokoh wartawan saksi dari Proklamasi Kemberdekaan RI yaitu SK Trimurti meninggal dunia dalam usia 80 tahun, juga Bapak Ali Sadikin, Mantan Gubernur DKI Jakarta meninggal di Singapura. (*)

*Penulis, tutor paket B dan C


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: