Posted by: PKBM26 | 11 August 2008

Para Tutor Rajin Ditatar, Pelaksanaanya?

Pelatihan tutor rajin, tapi pelaksaannya perlu dibimbing terus dong...

Pelatihan tutor rajin, tapi pelaksaannya perlu dibimbing terus dong...

SELAMA lima hari para tutor PKBM se Jakarta ikut pelatihan Tutor yang diselenggarakan oleh Dinas Dikmenti DKI Jakarta pada akhir bulan lalu. Sejumlah 340 yang hadir cukup semangat mengikuti pelatihan yang katanya, bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik kesetaraan (tutor) baik tutor Keaksaraan, Paket A, Paket B dan Paket C.

Seperti biasa, kami diutus untuk mengikuti pelatihan ini. Ada tiga tutor yang diberi undangan untuk datang ke SMK 27 Pasar Baru, Jakarta Pusat: Pak Yudi, saya sendiri (kurtubi) dan Pak Mahmud. Ketiga orang ini selama lima hari cukup rajin aktif mengikuti semua sesi yang tergolong panitia memberikan aturan cukup ketat.

Salah satunya kami dua orang tutor (Pak Mahmud dan Kurtubi) datang jam 9.30 pada sesi awal pelatihan. Saat kami datang di meja panitia, peserta yang ikut pelatihan sudah berkumpul di ruangan meeting. “Anda terlambat, silahkan pulang kembali!” tolak seorang panitia wanita, yang katanya saudaranya Ibu Ross.

“Loh kenapa kami ditolak bu, bukanya kami diberi undangan pelatihan tapi tidak mencantumkan jamnya, ” Jawab kami beralasan. Memang benar undangan ikut pelatihan tutor ini sudah kami terima dari PKBM 26 dan sama sekali tidak ada informasi kapan mulai hanya mencantumkan harinya saja. Bayangkan saja untuk sebuah acara penting bagi dunia pendidikan, tukang ketik sampai lupa menuliskan tanggalnya heheh🙂 Namun meskipun kami beralasan sambil menunjukkan surat tersebut yang tanpa jam itu, kami tetap ditolak untuk ikut pelatihan tutor.

Bagi kami sih tidka masalah tidak ikut pelatihan. Toh, bagi kami pengetahuan yang biasanya diberikan dalam pelatihan ini masih seputar pengetahuan umum bukan pengetahuan khusus. Misalnya cara membuat RPP dan Silabus. Bagi kami pengetahuan semacam itu sangat banyak kita peroleh di dalam internet maupun dalam buku-buku petunjuk pelajaran yang diberikan Diknas.

Namun kami sadar bukan pengetahuan umum saja yang akand iberikan sebab di dalamnya juga ada pengetahuan khusus. Misalnya micro teaching atau latihan mengajar dan diskusi seputar masalah pendidikan kesetaraan. Hal inilah yang membuat kami harus ikut pelatihan. Tapi karena kami ditolak oleh panitia ya sutralah kami pun akhirnya memutuskan turun dari lantai 3 balai latihan STM Boedi Utomo.

Tapi tiba-tiba kami bertanya, mengaapa para tamu yang datang setelah kami justru tidak ditolak, mereka ada yang datang dari Pulau Seribu, ada juga dari PKBM lain yang datang lebih dari jam 10.00 siang, tetapi mereka dengan tenangnya disuruh masuk oleh panitia. “Nah loh, what happend miss”?

Tentu saja kami protes kenapa kami ditolak sementara tamu (peserta) lain diterima. “Ah, ada-ada saja kenapa kami didiskriminasikan” pikir kami suudzon. Namun untuk melihat secara pasti kenapa kami ditolak, mencoba “merayu” beberapa panitia yang kami kenal. Misalnya Pak Wawan yang kebetulan sesama lulusan IAIN. Beliaupun tidak berani merekomendasikan karena rupanya tidak mau “melangkahi” kebijakan Ibu Ross, atasannya. Kemudian kami bertemu dengan Bapak ketua panitia (kalau tidak salah Pak Pardede). Kami kemukakan masalahnya dan ketidak adilaannya, beliaupun akhirnya menyuruh kami mendatangi Ibu Ros langsung.

Wah, ternyata ibu Ros yang cantik itu cukup bijak. Kalau tidak salah dia katakan pada kami. “Sebenarnya kami tidak mentoleransi kepada yang terlambat, tapi untuk kalian silahkan masuk dan jangan terlambat lagi.” katanya tegas. “Siap bu!” ujar kami singkat.

Wah ternyata ramai sekali acara pada hari pertama itu. Ada 340 peserta yang ikut. Mereka kemudian dipisah-pihak pada hari keduanya. Tutor Paket C ditempatkan di gedung SMK 27, Paket B tetap di lantai 3 STM Budi Utomo dan Keaksaraan Fungsional satu lantai di ruang bawah Paket B.

Seperti biasa kami “dijejali” berbagai kebijakan formal apa dan bagaimana tujuan dari pelatihan itu. Yang menyampaikan langsung Ibu Ros sendiri sebagai penanggung jawab dinasnya. Kemudian diteruskan oleh para tutor yang berbicara seputar materi pelatihan bagaimana menjadi tutor yang baik.

Ada beberapa catatan yang bisa kami simpulkan:

1. Pelatihan itu cukup memberikan bekal ilmu yang lumayan baru bagi kami (saya khususnya). Meskipun lulusan dari dunia kependidikan, ternyata ada beda antara kebijakan kurikulum lama dan baru. Kalau dulu menggunakan satpel kini sudah KTSP. Meski demikian KTSP dan cara penyusunannya sudah banyak informasi itu diberikan di berbagai tempat. Apakah di situs internet diknas atau contoh-contoh sampel KTSP dari buku-buku paket.

2. Beberapa tutor pelatih memberikan materinya cukup menarik dan sesuai dengan materi yang diberikan. Hanya saja bebeberapa pembicara ada yang tidak nyambung dengan materinya. Namun bagi peserta hal itu tidak dipermasalahkan. Sebab tugas kami hanya mendengarkan saja.

3. Pelatihan yang dilakukan selama 5 hari itu bagi kami menyita banyak waktu karena dimulai dari jam 7.30 hingga jam 16.00 WIB. Cukup melelahkan namun kami tidak kekurangan supplemen yang diberikan panitia. Meskipun kopi yang biasanya dihidangkan pada siang hari, pada pelatihan kemarin ditiadakan.

4. Sementara itu ilmu inti yang diberikan pada pelatihan kemarin adalah bagaimana membuat RPP, Silabus dan pembuatan KTSP. Anehnya, pada pelatihan kemarin teori yang diperbanyak sementara prakteknya tidak jelas dan kurang jelas.

5. Tentu saja untuk menyiasati tugas yang diberikan oleh panitia pelatihan kemarin dimana kami diharuskan membuat KTSP untukmasing-masing satuan tugas di PKBM yang bersangukutan, kami pun dituntut untuk bisa membuatkannya dan dalam waktu 2 bulan harus diserahkan kepada dinas. Bagi kami sangat disayangkan sekali, usai pelatihan kami diberikan PR. Kenapa saat pelatihan tidak di drill saja langsung mebuatkannya dan selesai pelatihan selesai sudah tugas itu.

6. Kesan kami, pelatihan kemarin itu sepertinya cocok untuk pendidikan formal seperti sekolah. Dimana kami harus dituntut untuk membuat RPP, Silabus dan KTSP untuk satuan masing-masing pelajaran. Menurut kami, tugas berat biasanya menimpa pengajar (guru) formal dan non formal adalah membuat itu. Namun kami sadar mengajar tanpa adanya KTSP dan RPP memang sulit mengukurnya. Akan tetapi buat apa semua itu jika saja tidak ada koordinasi dan terkesan para tutor tidak pernah diberikan evaluasi dan pengawasan. Akibatnya, tidak sedikit tutor yang mengajar apa adanya. Bisa jadi karena ada banyak yang belum mengerti step by step membuat RPP dan Silabus.

6. Pelatihan tinggal pelatihan, praktek tetap harus dilaksanakan pada setiap pembelajaran di saat mengajar para peserta didik. Menurut hemat kami kenapa pihak panitia tidak merekomendasikan dan mengatur bagaimana seandainya PKBM tiap-tiap wilayah di DKI itu dikumpulkan saja dan membuat bareng-bareng KTSP dan silabus yang diberlakukan oleh unit-unit yang bersamaan. Akan lebih fleksibel dan tinggal pakai saja. Hal ini bisa menghemat waktu dan tenaga.

7. Sayang sekali banyak teman-teman tutor yang mengeluhkan kepada pihak pantia yang cukup minim memberikan pengganti ongkos transportasi pada para tutor ini. Yah tapi siapa yang berani protes, wong itu adalah kebijakan pantia. Jadi para tutor harus banyak berkorban untuk membela peserta kesetaraan.

Wah jadi panjang sih menulisnya dan maksudnya apa, hahhaa. ini sekedar mengisi dan mengupdate situs ini karena sudah lama absen.

Intinya, kami merasa berterima kasih kepada pihak pantiai yang rajin memberikan pelatihan kepada para tutor khsusunya tutor PKBM 26 Bintaro. Namun dalam pelaksanaanya, kami perlu dikontrol dan terus dievaluasi untuk sebuah kerja yang positif dan berkesinambungan.

Selamat bekerja untuk para tutor yang sudah dialtih! (Kurtubi-Mahmud)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: