Posted by: PKBM26 | 14 April 2009

Suka Duka Mengajar

Susaana belajar paket C setara SMA saat tutor mengarahkan pengajaran

Susaana belajar paket C setara SMA saat tutor mengarahkan pengajaran

Mengajar di PKBM sangat berbeda dengan menghadapi murid di sekolah formal. Tidak saja karena kondisi siswa/siswi di sekolah kesetaraan yang butuh banyak perhatian, kesiapan mental harus ditempa setiap hari.

Begitulah pengakuan seorang tutor di PKBM 26. “Mengajar di PKBM berbeda jauh dengan guru di sekolah formal, kalau di PKBM harus sabar menghadapi anak-anak warga belajar yang kurang sopan, tidak disiplin dan kadang suka mengejek,” kata mas wawan.

Menurutnya, akan sangat berharga seorang guru paket B atau paket C bila mampu telaten, memperhatikan warga belajar selaykanya anak sendiri.

“Keterikatan dengan warga belajar harus banyak diperhatikan, karena kebanyakan anak-anak program paket itu tidak sebanyak pengalaman anak-anak formal.” ungkapnya.

Pak Wawan mencontohkan, misalnya ada anak paket B yang dikeluarkan dari sekolah formal karena bermasalah dengan peraturan sekolah. Menurutnya, jika di PKBM juga diberlakukan sama dengan formal terhadap peraturan itu, maka kasihan sia anak tidak akan bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Karenanya, bagi guru yang mengajar di Paket B mesti sabar jika kurang bisa menadpatkan perhatian anak-anak. Sebab dengan kesabaran itu transfer ilmu dan juga bimbingan serta arahan bisa diberlakukan, ungkapnya.

Tetapi kata Pak Agus, salah satu guru paket B dan C menuturkan berbeda. Katanya, anak Paket B yang bermasalah memang ada namun yang benar-benar serius menggeluti pendidikan kesetaraan juga banyak. Karenanya, lanjut mas Agus, kita mesti perhatian penuh kepad ayagn serius, sementara kita pun harus sedikit lebih tegas kepada yang kurang disiplin.

kedisiplinan yang dimaksud pak Agus adalah sebagai bagian dari cara mengajarkan rasa memiliki yang perlu ditularkan kepada murid bermasalah. Biasanya anak-anak yang kurang serius ini bisa jadi karena berasal dari tutor juga.

“Contohnya, tutor yang kurang tegas dalam mengajar, kurang menguasai bidang pelajaran dan metode yang monoton, itu bisa menimbulkan kesan yang kurang serius untuk diikuti oleh anak-anak yang “bermasalah”, katanya.

Lebih lanjut mas Agus berkomentar jika saja semua tutor sepakat dalam hal menerapkan peraturan, bukan mustahil pada anak-anak “bermasalah” pun akan memperlakukan kita.

Karenannya baik mas Agus dan mas Wawan, perlunya penegakan disiplin meskipun sedikit demi sedikit akan memberikan dampak postitif terutama dalam kerajinan dan keseriusasn adalam interaksi belajar.

Demikian obrolan singkat antar tutor malam tadi, saat membahas masalah anak-anak paket B yang seenaknya masuk keluar ruangan tanpa permisi dan kadang tidak mau ikut pelajaran gara-gara pertimbangan suka dan tidak suka dengan tutor.


Responses

  1. wiihhh, keren keren situsnya…bisa aja nih mas wawan…hehehe

    #PKBM 26
    Terima kasih wiiih juga buat harfi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: